Kegalauan Identitas: Dilema Hubungan Muslimin dan Hindu di Bali
Abstract
The relationship between Hindu and Muslim communities in Bali has been recorded in the long trajectory of history of both communities. As a human relationship, the relationship sometimes becomes strength, but at the other hand, as the adherents of different religions, it becomes challenge to them. The challenge is how the Muslim community in Bali can respect and honor Hindu religious traditions, and how the Hindu community can do the same to the Muslim community. The article aims to elaborate further about it. The author presents three cases as examples of how Muslims practice their religion in Bali context. Tolerance is the key word how to mingle in the social, moral principles, religious law and social ethics.
Downloads
References
al-Bukhārī, Abi ‘Abd al-Lāh Muḥammad bin Ismā‘il. tt. Ṣaḥih Bukhārī. Bayrūt: Dār al-Fikr.
Cassanova, Jose. 2011. Agama di Ruang Publik: Kehidupan Dunia di Alam Modern. Malang: Resist Book.
Huntington, Samuel P. 1993. “Benturan Antar Peradaban, Masa Depan Politik Dunia?” dalam Jurnal Ulumul Qur’an, No. 5, Vol. IV.
Koentjaraningrat. 1978. Kebudyaaan, Mentalitet dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.
Masykur. tt. “Pola Komunikasi Antar Umat Beragama: Studi atas Dialog Umat Islam dan Kristen di Kota Cilegon Banten” Article Annual conference on contemporary Islamic studies. Jakarta.
Moerdiono. “Makna Kerukunan Hidup Umat Beragama Menurut Tinjauan Paham Negara Kesatuan Republik Indonesia: Beberapa Pokok Pikiran”, Makalah yang tidak diterbitkan, Jakarta, Sarasehan Sehari Majlis Ulama Indonesia, 5 Nopember 1966.
Mudzhar, M. Atho. 2005. “Pengembangan Masyarakat Multikultural Indonesia dan Tantangan ke Depan: Tinjauan dari Aspek Keagamaan”, dalam M. Ridwan Lubis (ed.), Meretas Wawasan dan Praksis Kerukunan Umat Beragama di Indonesia. Jakarta: Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan Puslitbang Departemen Agama.
Parimastha, I Gde. 2005. “Memahami Ddesa Adat, Desa Dinas dan Desa Pekraman (Suatu Tinjauan Historis Kritis)”, Makalah. Bali: Universitas Udayana Bali.
Pemda Tk. I Bali. 1997/1998. Sejarah Masuknya Agama Islam ke Bali. Bali, Proyek Peningkatan Sarana dan Prasarana Kehidupan Beragama.
Pidada, Utami. 1999. “Ahimsa, Gaya Hidup Tanpa Kekerasan”, dalam Helmy Faisal Zein, et.al (ed.), Agama dan Kekerasan, dari Anarkisme Politik ke Teologi Kekerasan. Jakarta: Elsas.
al-Ramli, Muḥammad Shams al-Dīn. tt. Nihāyah al-Muhtaz. Bayrūt: Dār al-Fikr, Juz II.
Suhardi, Asfons. Kompas, 25 Oktober 1986.
Sukidi. “Dari Pluraisme Agama Menuju Konvergensi Agama-agama” dalam Kompas, 17 Oktober 1998.
Suryadinata, Leo. et.al. 2003. Indonesia’s Population. Singapore: Institue of Southeast Asian Studies (ISEAS).
Susetyo, Romo Beny. 2005. “Agama dan Konflik Sosial: Merajut Persaudaraan Sejai”, dalam H.M. Ridwan Lubis (ed.), Meretas Wawasan dan Praksis Kerukunan Umat Beragama di Indonesia. Jakarta: Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan Puslitbang Departemen Agama.
al-Shafi’ī, Abi ‘Abd al-Lāh Muḥammad bin Idris. tt. al-‘Umm. Bayrūt: Dār al-Fikr, Juz I.
Copyright (c) 2012 Ulumuna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.