Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Qurrah Al-‘Uyûn: Seksualitas Dalam Literatur Fiqh Islam

  • Ma’ruf Ma’ruf IAIN Mataram

Abstract

Seksualitas dalam bingkai fiqh memberi panduan tentang mana yang harus dilakukan suami terhadap istrinya juga sebaliknya. Islam membingkai hubungan seks sebagai ibadah yang mengiming-imingi pelakunya mendapat pahala. Konon, pahala hubungan seks sebanding dengan pahala berjuang dalam perang melawan orang kafir. Pembahasan ini terkesan vulgar dan tak senonoh, tetapi begitulah ulama Islam memaparkan secara berani dan terbuka tanpa ada tendensi membeberkan pornografi. Dalam perspektif ini seksualitas adalah ibadah yang mengandung rambu-rambu yang harus ditaati, dan biasanya untuk menguatkan paparannya, fuqahâ’ mendasarkan pendapatnya pada al-Qur’an dan hadits. Menjejerkan aktivitas seksual dengan ayat-ayat al-Qur’an dan sabda Nabi menjadikan hubungan seksual sebagai ritual yang sakral. Fenomena sakralitas seksual tidak hanya ditemukan dalam Islam yang membingkai dalam spektrum ibadah kepada Tuhan, namun dapat ditemukan dalam Agama Hindu yang memahatkan sakralitas seksual dalam beberapa candi di Jawa. Makalah ini hendak mengeksplorasi kitab kuning Qurrah al-‘Uyûn fî al-Nikâh al-Syar’î karya Abû Muhammad al-Tihâmî.
Keywords: Qurrah al-‘Uyûn, Seksualitas, Fiqh Islam, al-Tihâmî

References

Abû Muhammad al-Tihâmî, Qurrah al-„Uyûn fî al-Nikâh al-Syar‟î (Kediri: al-Ma‟had al-Islâmî al-Salafî, t.t).
Amin Abdullah, Islamic Studies di Perguruan Tinggi Pendekatan Integratif-Interkonektif (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006).
Al-Ghazâlî, al-Mustasyfâ min „Ilm al-„Ushûl (Mesir: Mathba‟ah al-Amîriyah, 1327).
Harsya W. Bachtiar, “Komentar” dalam Clifford Geertz, Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa (Jakarta: Pustaka Jaya, 1981).
Ignaz Goldziher, Muslim Studies (London: George Allen & Unwin Ltd, 1971).
John Burton, An Introduction to the Hadith (Edinburgh: Edinburgh University Press, 1994).
Mahmud Muhammad al-Thanthawî, Ushûl al-Fiqh al-Islâmî (Mesir: Maktabah Wahbah, 2001).
Mahmûd al-Thahhân, Taisîr Musthlah al-Hadîts (Beirut: Dâr al-Fikr, t.t)
Muhammad Ibn „Umar Nawawî, „Uqd al-Lijain fî Bayân Huqûq al-Zaujain (Indonesia: Dar Ihyâ al-Kutub al-“arabiyah, t.th).
Ibn Sa‟ad, Purnama Madinah: 600 sahabat Wanita Rasulullah yang Menyemarakkan Kota Nabi (Bandung: al-Bayan, 1997).
Satria Effendi, Ushul Fiqh (Jakarta: Prenada Media, 2005).
Zamakhsyari Dhofier, Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kiai (Jakarta: LP3ES, 1982).
Article Metrics
Abstract viewed: 496
PDF downloaded: 351
Published
2017-11-05
How to Cite
Ma’ruf, M. (2017). Qurrah Al-‘Uyûn: Seksualitas Dalam Literatur Fiqh Islam. Ulumuna, 10(2), 411-428. https://doi.org/10.20414/ujis.v10i2.484
Section
Articles