Menyingkap Kuasa Maskulinitas di Balik Tabir Feminitas Wanita Jawa
Abstract
Berkelamin wanita bukanlah ‘pilihan’ hamba-Nya. Tak ada seorang pun yang berhak menentukan dirinya menjadi laki-laki atau wanita karena itu adalah “titah” dari Sang Kuasa. Oleh karena itu tidaklah mungkin Sang Pencipta akan bertindak tidak adil dengan keduanya. Menjadi sangat tidak arif jika di antara keduanya, laki-laki dan perempuan ada yang mengklaim sepihak sebagai superior atau menjadi “the self’” dan yang lain menjadi inferior atau menjadi “the other”, karena hal itu juga merupakan sebentuk ketidakadilan yang sama sekali tidak diinginkan oleh Sang Kuasa.
Downloads
References
Christina S. Handayani dan Ardhian Novianto, Kuasa Wanita Jawa (Yogyakarta: LKiS, 2004).
Frans Magnis Suseno, Etika Jawa (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1996).
H. Eckstein dalam F. N. Kerlinger, Asas-Asas Penelitian Behavioral (Yogyakarta: Gadja Mada University Press, 1986).
M. Singarimbun, “Metode dan Proses Penelitian” dalam Masri Singarimbun dan Sofian Effendi, Metode Penelitian Survei (Jakarta: LP3ES, 1989).
Mansour Fakih, Analisis Gender dan Transformasi Sosial (Yogyakarta: INSIST Press, 2005).
Muhammad Asad, The Message of The Qur’an (Gibraltar: t.n.p, 1980).
Nana Nurliana Soeyono “Wanita Sebagai Pemimpin: Suatu Tinjauan Historis” dalam Wanita dalam Masyarakat Indonesia: Akses, Pemberdayaan, dan Kesempatan, ed. Atha Mudzhar (Yogyakarta: Sunan Kalijaga Press, 2001).
Nur Syam, “Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantatif”, Makalah, disampaikan pada kuliah S3, semester I, konsentrasi Pemikiran Islam, IAIN Sunan Ampel Surabaya, 2008.
Syamsul Arifin dkk., Spiritualisasi Islam dan Peradaban Masa Depan (Yogyakarta: SIPRESS, 1996).
Copyright (c) 2008 Ulumuna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.