Tasawuf dan Tantangan Modernitas
Abstract
Sufism is one of the branch of Islamic disciplines that grows significantly and becomes an inseperable subject of Islamic scholarship. Sufism is personal spiritual experience that emphasises more on feeling than logic. Therefore it is often named as a knowledge of taste (dwauq). Such emphasize on inner dimension of human faculties often creates tension between sufism and modern life which venerates materials, competition, intrigue, deception, greedy, and attachment of worldly life. The tension occurs mainly because sufism do stress on humble and modest life, escape from worldly life, all of which are relevant to traditional society rather than rational and modern ones. However, in contrast to such widely presumed tension, sufism remains urgent for modern life because it becomes spiritual injection for human matters related to modern life and helps resolve problems of materialistically secular, individual and hedonistic life.
Downloads
References
Abdul Hadi WM., Tasawuf Yang Tertindas (Jakarta: Paramadina, 2001).
Amin Syukur, Tasawuf Sosial (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004).
Anthony Flew, A Dictionary of Philosophy (New York: St. Martin’s Press, 1979).
Donal Eugene Smith, Agama di Tengah Sekularisasi Politik, ter. Azyumardi Azra dan Hary Zamharir (Jakarta: Panji Mas, 1985).
Fachry Ali, Islam Keprihatinan Universal dan Politik di Indonesia Sebuah Bunga Rampai (Jakarta: Pustaka Antar Kota, 1984).
Harun Hadiwijono, Sari Sejarah Filsafat Barat 2 (Yogyakarta: Kanisius, 1983).
Harvey Cox, The Secular City (New York: Macmillan Publishing, 1987).
Ibrahim Basyumi, Nasya’at al-Tashawuf al-Islami (Mesir: Dar al-Ma’arif, 1969).
Ignas Goldziher, Pengantar Teologi dan Hukum Islam (Jakarta: INIS, 1991).
K. Bertens, Ringkasan Sejarah Filsafat (Yogyakarta: Kanisius, 1993).
Komaruddin Hidayat, "Arti Tasawuf untuk Dunia Modern", dalam Buku Panduan Studi Tasawuf Paramadina (Jakarta:Paramadina, t.th.).
_______, Tragedi Raja Midas: Moralitas Agama dan Krisis Modernisme (Jakarta: Paramadina, 1998).
M. Solihin, Sejarah dan Pemikiran Tasawuf di Indonesia (Bandung: Pustaka Setia, 2001).
Mohammed Arkoun, Nalar Islami dan Nalar Modern: Berbagai Tantangan dan Jalan Baru (Jakarta: INIS, 1994).
Muhammad Sholikhin, Tasawuf Aktual Menuju Insan Kamil (Semarang: Pustaka Nuun, 2004).
Nurcholish Madjid, Islam Doktrin dan Peradaban; Sebuah Telaah Kritis tentang Masalah Keimanan, Kemanusiaan, dan Kemodernan (Jakarta; Paramadina, 1992).
Pardoyo, Sekularisasi dalam Polemik (Jakarta:Pustaka Utama Grafiti, 1993).
Ruslani (ed.), Wacana Spiritualitas Timur dan Barat (Qalam: Yogyakarta, 2000).
SH. Nasr, Islam Tradisi di Tengah Kancah Dunia Modern, ter. Luqman Hakim (Bandung: Pustaka, 1994).
_______, Islam dan Nestapa Manusia Modern, ter. Anas Mahyuddin (Bandung: Pustaka, 1983).
SP. Varma, Teori Politik Modern, ter. Thohir E (Jakarta: Rajawali Pers, 1987).
Yusno Abdullah Otta, “Reposisi Tasawuf”, Jurnal Potret Pemikiran, Edisi I, Vol. 10 (Manado, 2008).
Copyright (c) 2010 Ulumuna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.