Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Pencarian Otentisitas Islam Liberal Di Indonesia

  • Masnun Tahir IAIN Mataram

Abstract

In the contemporary Islamic discourse in Indonesia, an Islamic movement initiated by a group of young muslim intelectuals emerged which offered a new paradigm in comprehending Islamic doctrines. The movement naming itself Jaringan Islam Liberal (JIL) carrys some jargons of modern life like pluralism, tolerance, inclussivism, freedom of thought, and human rights.

Through sociological approach, this article shows that JIL has played a significant role in dinamizing Islamic discouse in Indonesia. JIL proposed the “individualism” of Islamic thought; it is called “individual autonomy” in Berger and Luckman’s term, and “Islamic liberalism” in Binder and Kurzman’s one. Some methodologies applied by JIL in promoting its ideas are ijtihad freedom, hermeneutics, reactualization of Islamic doctrines, and “al-muhâfazhah ‘alâ al-qadîm al-shâlih wa al-akhdzu bi al-jadîd al-ashlah”.

Keywords: Islam Liberal, Otentisitas, Liberalisme, Teokrasi, Demokrasi, Modernisasi

References

Abdurrahman Wahid, ―Nilai-nilai Normatif dan Reaktualisasi Ajaran Islam‖, pengantar dalam Ensiklopedi Ijmak, ter. Sahal Machfudz dan Mustofa Bisri (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1997).
Adian Husaini dan Nuim Hidayat, Islam Liberal: Sejarah, Konsepsi, Penyimpangan, dan Jawabannya (Jakarta: Gema Insani Press, 2002).
Adnan Buyung Nasution, Aspirasi Pemerintahan Konstitusional di Indonesia (Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 1995).
Ahmad Amîn, Fajr al-Islâm (Kairo: Maktabah al-Nahdhiyyah al-Mishriyyah, 1975).
Akh. Minhaji, ―Hak-Hak Asasi Manusia Dalam Hukum Islam: Penafsiran Baru Tentang Posisi Minoritas Non-Muslim‖, dalam Amin Abdullah dkk., Antologi Studi Islam: Teori dan Metodologi (Yogyakarta: Sunan Kalijaga Press, 2000), 330-359.
_________, ―Supremasi Hukum dalam Masyarakat Madani (Perspektif Sejarah Hukum Islam)‖, UNISIA, No.41, (2000).
Amir Nuruddin, Ijtihad Umar bin Khattab: Studi Tentang Perubahan Hukum dalam Islam (Jakarta: Rajawali Press, 1986).
Amina Wadud Muhsin, ―Qur‘an and Woman‖ dalam Kurzman (ed.) Liberal Islam: A Sourcebook (New York: Oxford University Press, 1998).
Bernard Adeney Risakotta, ―Civil Society and Abrahamic Religions‖ dalam Bernard Adeney Risakotta (ed.), Keadilan dan HAM dalam Perspektif Agama-Agama (Yogyakarta: Sanata Dharma, t.t.).
Budhy Munawar Rachman, Islam Pluralis (Jakarta: Paramadina, 2001).
Charles Kurzman, Liberal Islam: A Sourcebook (New York: Oxford University Press, 1998).
Edward W. Said, Orientalism (New York: Vintage Books, 1979).
Greg Barton, The Emergence of Neo-Modernism: A Progressive, Liberal Movement of Islamic Thought in Indonesia (Australia: Monash University, 1995).
Haidar Bagir, ―Islib Butuh Metodologi‖, REPUBLIKA, 20 Maret 2002, 5.
Hamid Basyaib, ―Islib Butuh Metodologi? Tanggapan Untuk Haidar Bagir ‖, REPUBLIKA, 23 Maret 2002.
Hartono Ahmad Jaiz, Bahaya Islam Liberal (Jakarta: Pustaka al-Kausar, 2002).
Husein Muhammad, Fiqh Perempuan (Yogyakarta: LKiS, Rahima & The Ford Foundation, 2001).
John L. Esposito, Ancaman Islam: Mitos atau Realitas, ter. Alwiyah Abdurrahman dan MISSI, Cet. II (Bandung: Mizan, 1995).
Karen Armstrong, Berperang Demi Tuhan: Fundamentalisme dalam Islam, Kristen dan Yahudi, ter. Satrio Wahono, Muhammad Helmi, dan Abdullah Ali (Bandung: Mizan, 2001).
Kurniawan Zein dan Sarifuddin HA, Islam Yes, Sharî‟ah Islam No (Jakarta: Paramadina, 2001).
Leonard Binder, Islamic Liberalism: A Critique of Development Ideologies (Chicago: The University Of Chicago Press, 1989).
Luthfi As-Syaukanie, ―Islam Liberal Pandangan Partisan‖, dalam Eko Endartomo (ed.), Wajah Liberal Islam di Indonesia (Jakarta: JIL dan TUK, 2002).
M. Atho Mudzhar, Pendekatan Studi Islam (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998).
Mahmoud Muhammad Tâhâ, The Second Message of Islam, ter. Abdullahi An-Na‘im (Syracuse: Syracuse University Press, 1987).
Muhammad Azhar, Fiqh Kontemporer dalam Pandangan Neo-Modernisme Islam (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001).
Muhsin Jamil, Membongkar Mitos Menegakkan Nalar (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005).
Muslim Abdurrahman, ―Korban Pertama Dari Penerapan Syarî‘at adalah Perempuan‖, JAWA POS, 16 September, 2001.
Nashr Hamid Abû Zayd, Naqd al-Khitâb al-Dînî (Kairo: Maktabah al- Shinâ‘ li al-Nasyr, 1994).
Sukidi, ―Metodologi Islam Liberal‖ REPUBLIKA, 6 April 2002.
Ulil Abshar Abdalla dalam Zulmanni (ed.), Islam Liberal dan Fundamental Sebuah Pertarungan (Yogyakarta: eLSAQ Press, 2003).
_________, ―Liberalisme dan Fundamentalisme: Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam‖, dalam Talk Show Dan Seminar Nasional Mengadili Islam Liberal, diselenggarakan oleh Pesantren Mahasiswa An-Nur dan Harian Bangsa, 28 Pebruari, 2003.
_________, ―Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam‖, KOMPAS, 18 November, 2002.
_________,‖ Membangunkan Kembali Islam‖, pengantar dalam Nur Kholik Ridwan, Islam Bourjuis dan Islam Proletar (Yogyakarta: Galang Press, 2002).
Wael B. Hallaq, ―Was the Gate of Ijtihâd Closed?‖, International Journal of Middle East Studies 16 (1984).
Yudhie R. Haryono, ―Gagalnya Madzhab Islam Liberal‖, REPUBLIKA, 21 Maret 2001.
Zuhairi Misrawi, ―Dekonstruksi Sharî‘ah: Jalan Menuju Desakralisasi, Reinterpretasi dan Depolitisasi‖, Tashwirul Afkar, Edisi No.12, (2002).
_________, ―Menyoal Tradisi Untuk Liberalisasi‖, KOMPAS, Jumat, 26 September 2003.
Zuly Qadir, Islam Liberal: Paradigma Baru Wacana dan Aksi Islam Indonesia (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003).
Article Metrics
Abstract viewed: 355
PDF downloaded: 412
Published
2017-11-04
How to Cite
Tahir, M. (2017). Pencarian Otentisitas Islam Liberal Di Indonesia. Ulumuna, 10(1), 121-154. https://doi.org/10.20414/ujis.v10i1.438
Section
Articles